Berita Pertandingan
Roma

The Perfect 10: Gol-Gol Terbaik Francesco Totti

17.19 WIB 28/09/22
TOTTI GFX
GOAL merayakan ulang tahun sang 'Kaisar Roma' ke-46 dengan menyajikan gol-gol terpenting sepanjang kariernya yang melegenda

Tak banyak pemain yang menghabiskan seluruh kariernya di satu klub. Lebih sedikit lagi yang mampu menghabiskan 24 tahun di level tertinggi. Francesco Totti sukses melakukan dua-duanya, karena dia bukan sembarang pemain.

Dia adalah fenomena sejati, 'Si Anak Emas' yang menjadi 'Kaisar Roma Kedelapan'.

Totti melakoni debutnya untuk AS Roma di usia belia 16 tahun. Saat pensiun di tahun 2017, Dia telah mencetak 307 gol di semua kompetisi buat klub kampung halamannya itu. Dia juga mencetak sembilan gol untuk Italia, yang dia bantu menjuarai Piala Dunia 2006.

Di bawah ini, GOAL akan menyajikan lesakkan-lesakkan Totti yang paling signifikan, dari gol penting yang menjadi penentu sampai pertunjukan skill yang membuat jantung berdegup kencang...

Enjoy!

  • totti australia

    #10 Penalti tekanan tinggi!

    There had been considerable concern over whether Totti would even make it to the 2006 World Cup, having suffered a broken ankle just three months before the tournament kicked off.

    Totti sempat dikhawatirkan tak bisa ikut Piala Dunia 2006 setelah patah pergelangan kaki tiga bulan sebelum turnamen tersebut dimulai.

    Namun, meski menit bermainnya minim, Marcello Lippi tak pernah ragu menyimpan satu tempat kosong di skuadnya untuk sang No.10. Kepercayaan sang allenatore pada diri Totti pun terbayar.

    Bagaimana tidak, meski sekrup dan platina masih bersarang di engkelnya, Totti tetap berkontribusi dengan empat assist dalam perjalanan Italia menjadi kampiun dunia yang keempat kalinya.

    Totti juga mencetak satu gol krusial, memamerkan darah dinginnya saat mengeksekusi penalti di detik-detik terakhir pertandingan saat Italia menghadapi Australia di 16 besar, dan mengirimkan negaranya lolos ke perempat-final.

  • Francesco Totti Roma Real Madrid 2001

    #9 Membungkam Santiago Bernabeu

    Real Madrid menghabiskan tahun demi tahun menggoda Totti untuk hijrah ke ibukota Spanyol. Sangat bisa dipahami.

    Pasalnya, Totti menjadi pentolan yang membantu Roma menang untuk pertama kalinya di Santiago Bernabeu, di laga pertama fase grup Liga Champions 2002/03.

    Setelah mendapatkan bola dari Candela di tengah lapangan, Totti merangsek maju sebelum melepaskan umpan sempurna buat full-back AS Roma itu, yang lantas terus membawa bola di sayap kiri.

    Candela lalu sampai di ujung lapangan, mengecoh satu bek Madrid, sebelum mengambalikan bola ke kaki Totti, yang menyapu bola melewati kawalan kiper Cesar Sanchez dan merayakan golnya dengan mengangkat kaus sampai atas kepalanya.

  • Francesco Totti Manchester City Roma UEFA Champions League

    #8 Totti permalukan Joe Hart

    On September 30, 2014, Totti became the oldest goalscorer in Champions League history – and he did it in fitting fashion.

    Pada 30 September 2014, Totti menjadi pencetak gol tertua dalam sejarah Liga Champions.

    Pada pertengahan babak pertama laga fase grup kontra Manchester City, dan setelah Roma tertinggal duluan berkat penalti Sergio Aguero, Radja Nainggolan membebaskan sang kapten dengan terobosan ciamik.

    Joe Hart berlari maju demi mempersempit sudut tembaknya tapi namanya juga Totti, dia mencungkil bola dengan mudahnya melewati kepala kiper Inggris itu untuk menyamakan kedudukan.

    Totti, yang saat itu berusia 38 tahun, lalu memecahkan rekornya sendiri hanya beberapa pekan kemudian saat menjebol gawang CSKA Moskwa.

  • totti derby 1999

    #7 "TELAH KUSUCIKAN DIRIMU LAGI"

    Totti enggak cuma mencetak gol yang layak dikenang, dia juga punya sejarah selebrasi-selebrasi ikonik. Fans AS Roma pasti akan selalu ingat bagaimana dia merayakan gol telatnya saat mengalahkan Lazio 3-1 pada April 1999.

    Totti waktu itu baru berusia 22 tahun tetapi sudah menjadi momok bagi rival sekota Roma itu. Saat memastikan kemenangan di Derby della Capitale, ia menyibak seragamnya dan memperlihatkan kaus dalam yang bertuliskan, "VI HO PURGATO ANCORA" atau yang berarti "Telah kusucikan dirimu lagi". Ikonik.

  • Francesco Totti selfie Roma Lazio Serie A

    #6 Selfie dulu!

    Dalam hal perayaan gol di derbi, Totti memang juaranya dan, pada 2015, lagi-lagi melahirkan selebrasi ikonik.

    Roma ketinggalan 2-0 saat turun minum, tetapi sangat kapten mengurangi satu defisit hanya tiga menit setelah interval dan menyamakan kedudukan di menit ke-64.

    Totti merayakan gol penyeimbang dengan melompati papan iklan di belakang gawang, mengambil ponsel seorang staf klub, sebelum lantas selfie alias swafoto di depan Curva Sud.

    Memang pandai bergaya, di dalam dan di luar lapangan...

  • Francesco Totti

    #5 'Mo je faccio er Cucchiaio'

    Memang tidak terjadi di waktu normal, tetapi penalti Panenka Totti ke gawang Belanda di Euro 2000 sudah melegenda, dan menjadi bukti seperti apa sosok seorang Totti itu.

    Menunggu gilirannya dalam adu penalti, setelah semi-final berakhir dengan skor kacamata, ia menghampiri Luigi Di Biagio dan berkata kepada rekan satu timnya itu dalam dialek Roma yang kental: "Mo je faccio er Cucchiaio". Kurang lebih artinya: "Sekarang aku bakal melakukan 'sendok'" – istilah Italia untuk Panenka.

    Dan itulah yang dia lakukan, dengan penuh kekurang ajaran mencungkil bola melewati Edwin van der Sar dalam situasi super menegangkan untuk membantu Italia menang adu penalti 3-1.

    Azzurri boleh jadi dikalahkan Prancis di final dengan aturan Golden Goal, tetapi pernyataan Totti di semi-final itu menjadi salah satu kisah legendaris dalam sepakbola Italia.

  • Francesco Totti Roma 2002

    #4 Totti runtuhkan emosi robot Capello

    Francesco Totti did something truly extraordinary on January 6, 2002: he provoked a show of jubilation out of Fabio Capello.

    Francesco Totti melakukan sesuatu yang amat luar biasa pada 6 Januari 2002: memantik reaksi gembira dari Fabio Capello.

    Bos Roma itu dikenal irit emosi tiap kali anak asuhnya mencetak gol, tapi Capello sekalipun dibikin girang oleh momen magis Totti kontra Torino.

  • Francesco Totti Roma Inter 2005

    #3 Totti bikin San Siro bertekuk lutut

    Julio Cesar mengaku bahwa ini adalah gol yang "masih bikin saya marah sampai sekarang". Padahal sebenarnya, kiper Inter Milan itu juga tak bisa berbuat banyak di hadapan gol solo Totti di San Siro.

    Pertama, bukan salah Cesar Totti mendapat bola di tengah lapangan dan melewati tiga tekel.

    Memang, dia mungkin bisa saja berdiri lebih dekat dengan garis gawang, tetapi jujur saja: tak banyak pemain yang bisa melakukan apa yang dilakukan Totti saat itu. Si Anak Emas mencungkil bola tinggi-tinggi dari luar kotak penalti dengan begitu mulus, melewati kepala kiper Brasil itu sebelum masuk ke gawang.

    Mau tak mau, suka tak suka, Cesar mengaku ini adalah salah satu gol terbaik Totti yang pernah ada.

  • totti parma 2001

    #2 Gol Scudetto

    Roma menyambut pertandingan terakhir 2000/01 dengan kesadaran penuh bahwa kemenangan atas Parma akan mengamankan gelar Serie A. Namun, situasinya menegangkan. Roma saat itu cuma bisa imbang di dua laga terakhir dan Juventus siap merampas Scudetto.

    Seperti sudah digariskan, Totti-lah yang menenangkan tim tuan rumah. Belum sampai 20 menit, bola menghampiri kakinya di kotak penalti. Finishing-nya mantap khas Totti.

    Stadio Olimpico meledak dan Totti mencopot seragam untuk merayak golnya bareng warga-warga Roma di stadion.

    Ini menjadi satu-satunya Scudetto sepanjang karier Totti, sehingga tak heran jika gol ini menjadi momen terpenting dalam karier klubnya.

  • Totti Sampdoria Roma

    #1 Geledek di Sampdoria

    Tadi gol terpenting, sekarang gol terindahnya. Yep, tak ada contoh yang lebih hebat dari teknik Totti selain tendangan voli sempurnanya ke gawang Sampdoria pada November 2006.

    Gol tersebut terjadi dengan 17 menit tersisa, dan Roma sedang unggul jauh. Marco Cassetti melambungkan bola ke sisi kiri kotak penalti Sampdoria.

    Totti berdiri nyaris di luar kotak. Sudutnya luar biasa sempit. Menembak langsung harusnya jadi prioritas terakhir.

    Tapi Totti langsung menyikat umpan Cassetti dengan satu sentuhan menggunakan kaki kirinya yang 'lebih lemah', bola pun menghunjam masuk ke pojok kanan bawah dengan presisi mematikan.

    Francesco Totti memang sebagus itu, dan itulah mengapa dia akan selalu dikenang, tidak hanya oleh suporter Roma, tetapi oleh fans sepakbola di seluruh dunia.