Berita Pertandingan
Fitur & Opini

Tunjuk Luis Milla, Fans Persib Bandung Harus Siap Sabar Dalam Berproses

06.08 WIB 24/08/22
Press Conference Luis Milla-Persib Bandung
Sosok asal Spanyol tersebut tidak punya rekam jejak yang bagus saat memegang klub.

Ditunjuknya Luis Milla sebagai pelatih baru Persib Bandung menumbuhkan harapan besar. Namun, suporter Maung Bandung mesti tahu ia tidak punya rekam jejak yang oke dalam melatih klub.

Milla ditunjuk menggantikan Robert Rene Alberts yang memilih mundur dari Persib. Sosok berpaspor Spanyol tersebut meneken kontrak selama satu tahun dengan opsi perpanjangan.

Nama Milla begitu harum untuk pencita sepakbola Tanah Air. Padahal, ia gagal mencapai target yang dibebankan PSSI pada SEA Games 2017 dan Asian Games 2018.

Milla yang ditargetkan PSSI mendapat medali emas SEA Games 2017, cuma mampu mengasih perunggu. Sedangkan di Asian Games 2018, ia yang dipatok membawa timnas Indonesia U-23 ke semi-final malah terhenti di babak 16 besar.

Keadaan tersebut tak membuat Milla jadi dibenci publik Indonesia. Ia dinilai mengasih perubahan besar dalam permainan skuad Merah Putih dengan strategi yang diterapkannya.

Selepas dari membesut timnas Indonesia, Milla tidak lagi melatih. Hingga akhirnya Persib menyuntingnya beberapa hari lalu dengan nominal gaji yang dirahasiakan.

Selama kariernya, Milla lebih sering memegang timnas kelompok umur. Ia menukangi timnas Spanyol U-17, U-19, U-20, dan U-21 dalam kurun 2008-2012.

Prestasi terbaik Milla terjadi saat memegang timnas Spanyol U-21. Ia mengatarkan pasukannya merengkuh juara Euro U-21 pada 2011.

Akan tetapi, kisah manis Milla bersama timnas Spanyol U-21 tidak berlangsung lama. Ia didepak karena gagal meloloskan armadanya dari fase grup Olimpiade 2012.

Buat Milla, Persib merupakan klub keempat yang dilatihnya. Sebelumnya, ia meramu taktik di Al Jazira, CD Lugo, dan Real Zaragoza.

Debut Milla melatih terjadi saat memegang Al Jazira. Akan tetapi, kiprahnya di sana tidak berlangsung lama karena ia cuma bertahan selama delapan bulan dari 23 Februari 2013 sampai 25 Oktober 2013.

Selama mengomandoi Al Jazira, Milla menjalani 19 pertandingan. Hasilnya, ia meraih enam kemenangan, tujuh imbang, dan enam laga lainnya berakhir kekalahan.

Butuh waktu sekitar dua tahun buat Milla mendapatkan klub baru untuk dilatihnya. Ia ditunjuk menjadi nakhoda CD Lugo yang mentas di kasta kedua Liga Spanyol pada 1 Juli 2015.

Lagi-lagi karier Milla dalam melatih tidak berlangsung lama karena cabut pada 24 Februari 2016. Ia menjalani 28 pertandingan dengan meraih sembilan kemenangan, 12 imbang, dan tujuh kekalahan.

Selepas dari CD Lugo, Milla bertugas di Real Zaragoza. Ia melatih kesebelasan tersebut selama empat bulan dari 1 Juli sampai 24 Oktober 2016.

Dalam kurun waktu yang singkat tersebut Milla memainkan 12 pertandingan. Hasilnya, ia memetik lima kekalahan, empat imbang, dan tiga kemenangan.

Melihat fakta tersebut Milla memang kurang mantap dalam memegang klub. Makanya, Bobotoh harus bersabar agar Persib bisa meraih prestadi di bawah kendali pria berusia 56 tahun itu.

Terlebih Milla datang ke Persib saat Liga 1 2022/23 sudah berjalan. Ia perlu waktu beradaptasi untuk mencari formula yang tepat dalam membesut David Da Silva dan kawan-kawan.

Sebelum Milla datang Persib dipegang Budiman yang ditunjuk sebagai karteker. Ia sempat membawa juara Piala Presiden 2015 tersebut meraih dua kemenangan beruntun dan kemudian dikalahkan Bali United 3-2 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Selasa (23/8).

Tugas Milla sekarang bisa mengembalikan Persib ke papan atas klasemen. Klub yang identik dengan warna biru tersebut kini menempati posisi 13 klasemen mengumpulkan tujuh poin dari enam pertandingan.