Berita Live Scores
Singapore

Trio Fandi Bersaudara Berharap Bisa Main Bareng Di Piala AFF 2020

23.58 WIB 07/12/21
fandi-and-sons
Irfan Fandi pernah bermain bersama dengan adik-adiknya, tapi di dua ajang berbeda.

Tiga putra legendaris Singapura, Fandi Ahmad, berharap bisa bermain bersama dalam satu pertandingan di Piala AFF 2020, mengingat mereka sudah lama tidak merasakan atmosfer itu sejak masa kanak-kanak.

Pelatih Singapura Tatsuma Yoshida telah memasukkan tiga putra Fandi Ahmad, yakni Irfan, Ikshan, dan Ilhan ke dalam skuad The Lions. Ketika mengalahkan Myanmar 3-0, Yoshida memainkan Irfan dan Ikshan bersamaan. Sedangkan Ilhan tidak diturunkan.

Irfan mengatakan, ia sudah pernah bermain bersama kedua adiknya, namun di pertandingan berbeda. Pemuda berusia 24 tahun itu pun berharap mereka bertiga bisa bermain bersama di Piala AFF.

“Sebuah kehormatan bisa membela nama negara. Lalu ada dua adik saya di dalam satu tim, dan itu membuat sesuatu yang spesial buat kami,” ujar Fandi diwartakan laman The Straits Times.

“Sebelumnya saya bersama Ikhsan, lalu saya dan Ilhan di kualifikasi Piala Dunia pada Juni lalu. Sekarang kami bertiga di dalam tim yang sama. Ini tentunya akan menyenangkan, berharap kami bisa bermain besama di satu pertandingan.”

Sedangkan Ikhsan yang meniti karir di Eropa bersama klub Norwegia FK Jerv tidak banyak mendapatkan menit bermain. Walau begitu, Ikhsan telah mencetak empat gol yang membuat klubnya berlaga di play-off promosi.

“Kami sudah pernah bermain bersama-sama ketika masih kanak-kanak. Saat itu, kami semua mencatatkan nama kami di papan skor,” kenang pemuda berusia 22 tahuin tersebut.

“Ilhan dan saya selalu mempunyai rencana, saya bermain sebagai nomor punggung 9, dan Ilhan berada di belakang saya seperti pemain bernomor punggung 10, karena dia mempunyai umpan yang bagus, dan banyak membuat assist. Mungkin kami bisa mengulangi itu di Piala AFF.

“Sisi bagusnya adalah kami punya koneksi yang baik, kami saling menaruh ekspektasi tinggi di antara satu dan lainnya, sehingga kami saling memberikan dukungan. Memang ada beberapa kali perselisihan, tapi itulah sepakbola. Kami berusaha melakukan yang terbaik, dan melaluinya bersama-sama.”

Ilhan sebagai anak bungsu tidak merasa tertekan dengan kesuksesan yang telah diraih kedua kakaknya, serta membawa nama besar sang ayah. Remaja berusia 19 tahun ini selalu mendapatkan masukan dari Irfan dan Ikshan.

“Saya tidak merasa tertekan. Kami hanya ingin bermain sepakbola, dan menikmati momen sekarang, karena ini adalah turnamen bergengsi. Kakak-kakak saya hanya memberi tahu supaya saya melakukan yang terbaik, dan biarkan sepakbola yang berbicara,” tutur Ilhan.