Siapa Sih Bima Sakti? Pelatih Yang Sukses Bawa Timnas Indonesia Juara Piala AFF U-16

Bima Sakti
PSSI
Bima punya perjalanan panjang yang membuatnya bisa mengantarkan timnas Indonesia U-16 juara Piala AFF U-16.

Timnas Indonesia U-16 berhasil melaju ke final Piala AFF U-16. Kesuksesan tersebut tak lepas dari tangan dingin Bima Sakti dalam meramu anak asuhnya.

Performa gemilang ditunjukkan timnas Indonesia U-16 di Piala AFF U-16. Pada babak penyisihan grup, skuad Garuda Muda menyapu bersih tiga kemenangan dengan cetak 13 gol dan cuma kebobolan satu kali.

Artikel dilanjutkan di bawah ini

Saat semi-final timnas Indonesia U-16 harus bekerja keras. Muhammad Iqbal Gwijangge dan kawan-kawan menyingkirkan Myanmar U-16 lewat adu penalti dengan skor 5-4 setelah pada waktu normal bermain imbang 1-1 di .Stadion Maguwoharjo, Sleman, Rabu (10/8).

Kehebatan Bima untuk meracik strategi timnas Indonesia U-16 tidak didapatkan begitu saja. Ia tahu betul yang dibutuhkan armadanya karena sudah bergelut di dunia sepakbola Tanah Air puluhan tahun.

Bima mulai diperhatikan kemampuannya sejak masuk tim PON Kalimantan Timur pada 1989. Ia lantas diajak bergabung dengan skuad junior Persisam Samarinda.

Kiprah Bima berlanjut dengan terpilih menjadi pemain timnas Primavera yang berlaga di Italia pada 1993. Kesempatan tersebut dimaksimalkannya untuk meraup ilmu sebanyak-banyaknya.

Aksi Bima yang memukau dalam menjaga lini tengah timnas Primavera membuat Helsinborg IF kepincut. Klub Swedia tersebut mengontraknya dan bermain selama semusim dalam rentang waktu 1995/96.

Sekembalinya ke Tanah Air, Bima memperkuat sejumlah klub. Mulai dari PKT Bontang, Pelita Jaya, PSM Makassar, PSPS Pekanbaru, Persiba Balikpapan, Persema Malang, Perseba Bangkalan, Mitra Kukar dan Gresik United.

Prestasi terbaik Bima terjadi saat membela PSM. Ia berhasil juara Liga Indonesia dan dinobatkan sebagai pemain terbaik kompetisi tersebut pada musim 1999/2000.

Berbicara di level timnas Indonesia, Bima melakoni debutnya saat SEA Games 1995 di Thailand. Semenjak itu, ia menjadi langganan skuad Merah Putih.

Selama membela timnas Indonesia, Bima bermain sebanyak 58 pertandingan. Dari jumlah laga tersebut ia mampu mencetak 12 gol.

Akhirnya, Bima memilih gantung sepatu saat usianya 40 tahun pada 2016. Usai pensiun ia melanjutkan kariernya ke dunia kepelatihan.

Kiprahnya dalam melatih terjadi saat ditunjuk PSSI mendampingi Luis Milla sebagai asisten pelatih timnas Indonesia U-23 pada 2017. Ia dijadikan jembatan para pemain sehingga bisa cepat beradaptasi dengan strategi yang diterapkan Milla.

Kolaborasi Milla dan Bima menghasilkan medali perunggu pada SEA Games 2017 di Malaysia. Kemudian timnas Indonesia U-23 mencapai babak 16 besar dalam Asian Games 2018.

Selepas Asian Games, kontrak Milla tidak diperpanjang PSSI. Bima dipercaya menjadi pelatih timnas Indonesia yang berlaga di Piala AFF 2018.

Sayang, Bima tidak bisa berbuat untuk timnas Indonesia di Piala AFF. Pasukan Garuda tersingkir di penyisihan grup dengan menempati peringkat klasemen akhir.

Kegagalan di Piala AFF tak membuat Bima terpinggirkan. PSSI menunjuknya menjadi juru formasi timnas Indonesia U-16 pada 2019. Dan ia mampu membuktikan kualitasnya dengan mengantar Garuda Muda menjadi juara Piala AFF U-16 2022 usai menaklukkan Vietnam dengan skor 1-0 di partai puncak.

Tutup