Berita Pertandingan
PSS Sleman

Seto Nurdiantoro Kasih Kode Mundur Usai PSS Sleman Bungkam Persik Kediri

21.13 WIB 23/08/22
Seto Nurdiantoro - PSS Sleman
Seto mengaku belajar dari kebesaran hati Jacksen yang memutuskan mundur dari Persis.

Pelatih PSS Sleman Seto Nurdiantoro, memberi sinyal mundur dari jabatannya. Meski, pada pertandingan terbaru mampu membawa anak asuhnya mengalahkan Persik Kediri di Stadion Brawijaya, Selasa (23/8).

PSS mengalahkan Persik dengan skor 2-0. Dua gol kemenangan Super Elang Jawa diceploskan oleh Irkham Milla menit ke-45 dan Kim Kurniawan empat menit jelang pertandingan selesai.

Kemenangan tersebut merupakan yang kedua didapatkan PSS. Sebelumnya, klub yang bermarkas di Stadion Maguwoharjo itu mengalahkan Barito Putera dengan skor 1-0.

"Saya juga harus berbesar hati dengan beberapa pertandingan kandang kami yang tidak bagus. Kalau kemungkinan [mundur] pasti ada. Tapi kita tidak tahu pertemuan [dengan manajemen] seperti apa. Evaluasi pasti dilakukan baik saya mengevaluasi pemain maupun manajemen mengevaluasi saya dan itu adalah dinamika sepakbola," kata Seto usai laga.

Seto menyatakan belajar banyak dengan mantan juru formasi Persis Solo, Jacksen F Tiago. Pria berpaspor Brasil tersebut memilih melepaskan posisinya karena bertanggung jawab dengan raihan buruk yang diterima Laskar Sambernyawa di Liga 1.

"Seperti yang saya bilang, saya belajar dari Jacksen kebesaran hatinya. Kalau mengundurkan diri belum bisa saya pastikan tapi yang jelas saya terima kasih kepada keluarga saya, istri saya, anak-anak saya yang selalu mendukung secara pribadi," ucapnya.

"Istri selalu memberikan motivasi dengan kata-kata yang cukup mengena kepada saya, 'jangan takut kehilangan pekerjaan karena rencana Allah tidak ada yang tahu'," ia menambahkan.

Terkait kemenangan atas Persik, Seto menyebut tidak didapat dengan mudah. Macan Putih melancarkan serangan selama pertandingan berlangsung.

"Semua pemain sudah berusaha untuk meraih kemenangan meski waktu pemulihan sangat mepet tapi dengan adanya kemauan akhirnya bisa terwujud. Mudah-mudahan bisa berlanjut."

"Saya pikir jalannya pertandingan kami lebih banyak diserang walaupun dari awal kami lebih cepat menciptakan gol, saya pikir sampai pertengahan babak kedua kami lebih banyak diserang. Tapi dengan kemauan dan kerja keras kami bisa cetak gol."