Berita Live Scores
Laos

Selvaraj Vengadasalam: Pelatih Timnas Indonesia Benar, Laos Tim Paling Lemah

01.14 WIB 13/12/21
V Selvaraj - Warriors - SLeague
Selvaraj juga mengungkapkan alasannya tidak menurunkan Vongchiengkham menghadapi Indonesia.

Pelatih Laos Selvaraj s/o Vengadasalam membenarkan ucapan juru taktik timnas Indonesia Shin Tae-yong yang menganggap tim besutannya merupakan konstestan paling lemah di Grup B Piala AFF 2020.

Laos menjalani rangkaian pertandingan Piala AFF edisi kali ini dengan tidak mudah, karena langsung menghadapi tiga tim favorit di Grup B. Setelah dikalahkan Vietnam dengan skor 2-0, Laos selanjutnya dibantai Malaysia 4-0 dan digasak Indonesia 5-1.

Hasil itu membuat mereka menjadi juru kunci dengan satu gol, serta kebobolan 11 kali. Laos kini tinggal menjalani satu pertandingan lagi, yakni melawan Kamboja yang di dua laga sebelumnya dibekap Malaysia dan Indonesia.

Selvaraj mengungkapkan, dilihat dari materi pemain yang dibawa ke Singapura, ia memaklumi jika tim besutannya menjadi lumbung gol bagi ketiga tim tersebut. Namun Selvaraj merasa senang dengan performa anak asuhnya.

“Saya memainkan banyak pemain muda. Kami memulai babak pertama dengan baik dan kuat, terutama di 15 menit pertama. Tapi Indonesia tim yang kuat, baik teknik maupun individu. Kami juga membuat kesalahan yang berujung gol,” ucap Selvaraj.

“Saya kira di grup ini, seperti yang disebut pelatih Indonesia kami adalah tim paling lemah, saya sependapat dengan dia, karena sebagian besar tim datang dengan membawa pemain berpengalaman di kualifikasi Piala Dunia, kecuali tim kami.”

“Tapi saya melihat intensitas sudah ada, kepercayaan diri juga ada. Saya ingin memberikan kesempatan lebih kepada para pemain muda ini. Ini sesuatu yang harus kami putuskan, karena akan menjadi cara yang bagus buat mereka mendapatkan lebih banyak pengalaman.”

Selvaraj juga mengungkap alasannya tidak memasukkan nama kapten tim Souk Aphone Vongchiengkham di laga melawan Indonesia. Vongchiengkham merupakan pemain penting ketika melawan Vietnam dan Malaysia. Menurut Selvaraj, ia sudah membahas masalah tersebut dengan Vongchiengkham.

“Ini semata untuk perubahan taktik, itu saja [alasannya]. Dia pemain bagus dan berpengalaman, dan dia selalu ada di antara para pemain muda, dan memberikan motivasi kepada mereka,” jelas Selvaraj.

“Tapi begitu kami menyadari akan sangat sulit buat kami untuk lolos babak berikutnya (semi-final), jadi saya berpikir akan sangat bagus untuk memainkan pemain muda. Dia bisa menerimanya, dan kami akhirnya melanjutkan rencana itu.”