Berita Live Scores
Malaysia

Presiden FAM Tegaskan Malaysia Tak Latah Demam 'K-Pop'

00.10 WIB 22/01/22
R. Kogileswaran, Safawi Rasid, Malaysia vs Indonesia, 2020 AFF Suzuki Cup, 19 Dec 2021
Hamidin menegaskan, FAM mempunyai alasan tersendiri menunjuk pelatih asal Korsel untuk menangani tim nasional.

Presiden federasi sepakbola Malaysia (FAM) Datuk Hamidin Mohd Amin menegaskan, kebijakan merekrut Kim Pan-gon sebagai pelatih Harimau Malaya tidak mengikuti jejak Vietnam dan Indonesia yang mendatangkan arsitek asal Korea Selatan.

FAM telah meresmikan Pan-gon sebagai pelatih anyar menggantikan Tan Cheng Hoe yang mengundurkan diri setelah Piala AFF 2020 lalu. Pan-gon dikontrak dengan durasi dua tahun. Pelatih berusia 52 tahun ini nantinya akan membawa asisten pilihannya.

Kebijakan FAM itu dianggap mengikuti jejak Vietnam dan Indonesia. Di bawah asuhan Park Hang-seo, Vietnam menjadi satu-satunya tim Asia Tenggara yang berlaga di putaran final kualifikasi Piala Dunia 2022. Sedangkan Shin Tae-yong sukses membawa skuad muda Indonesia ke final Piala AFF 2020.

Hamidin menjelaskan, pihaknya tidak mengikuti tren mendatangkan pelatih asal Korea Selatan seperti yang dilakukan kedua negara itu. Menurut Hamidin, mereka telah melakukan penelitian sendiri sebelum memilih pelatih.

“Sebenarnya kami sudah mempelajari Pan-gon terlebih dahulu sebelum memutuskan menunjuk dia sebagai pelatih timnas. Kami melihat dia punya kualitas untuk kembali membesarkan timnas di kawasan (ASEAN dan Asia) ini,” tegas Hamidin dikutip laman Sinar Harian.

“Jadi penunjukan Pan-gon tidak ada kaitannya dengan tren saat ini seperti yang dilakukan beberapa negara di ASEAN.”

“Kalau kami ambil pelatih dari Inggris, nanti ada yang mempersoalkan orang Inggris tidak tahu sepakbola kita. Kami berpandangan dia paling layak untuk menaikkan peringkat di ASEAN dan Asia,” tambah Hamidin dinukil laman Berita Harian.

Sebelum penunjukkan Pan-gon, Malaysia sempat dikaitkan dengan sejumlah pelatih asal Korsel. Selain Pan-gon, ketiga pelatih lainnya adalah mantan arsitek Korsel U-23 Kim Hak-bum, Park Jin-seop, dan Kim Byung-soo.

“Penunjukan juru latih Korea Selatan berdasarkan kepada kajian kami sendiri, karena saat ini kami menginginkan apa yang terbaik untuk tim nasional. Itulah yang FAM pilih,” tandas Hamidin.

“Selain itu kemampuannya yang fasih berbahasa Inggris memudahkan dia untuk berkomunikasi, di samping dia juga memiliki pengetahuan, serta cukup memahami budaya bolasepak di Asia dan juga Asia Tenggara.”