Pertandingan MLS Ditangguhkan Seturut Penembakan Jacob Blake

MLS 2020
Getty
MLS memutuskan untuk menghentikan sejumlah pertandingan sebagaimana protes di seluruh Amerika Serikat terus berlanjut.

Kompetisi kasta tertinggi di Amerika Serikat, Major League Soccer (MLS) telah menangguhkan lima pertandingan yang sejatinya dijadwalkan berlangsung pada Rabu (26/8) kemarin seturut penembakan Jacob Blake.

Blake, pria Afrika Amerika berusia 29 tahun, ditembak oleh polisi pada Minggu sebelumnya di depan anak-anaknya yang kemudian memicu aksi protes di Wisconsin dan seluruh negeri.

Selagi pertandingan MLS dijadwalkan berlangsung pekan ini, para pemain dan suporter telah meminta kepada pihak liga untuk ambil bagian dan membatalkan pertandingan guna menunjukkan dukungan kepada komunitas kulit hitam.

Sekalipun partai antara Orlando City dan Nashville tetap dilanjutkan pada Rabu (26/8) malam, MLS akhirnya menangguhkan sisa lima pertandingan yang sedianya akan dimainkan.

“Seluruh keluarga Major League Soccer sangat sedih dan ngeri dengan penempakan yang menimpa Jacob Blake dan kejadian yang terjadi di Kenosha,” demikian bunyi pernyataan MLS.

“Kami terus mendukung komunitas kulit hitam di seluruh negara kami - termasuk para pemain dan pekerja - dan ikut merasakan sakit, marah dan frustrasi.

“Seluruh keluarga Major League Soccer dengan tegas mengutuk rasisme dan selalu membela kesetaraan, tetapi kami perlu berbuat lebih banyak untuk mengambil langkah nyata guna memengaruhi perubahan. Kami akan terus bekerja dengan para pemain kami, klub kami, dan komunitas sepakbola yang lebih luas untuk memanfaatkan kekuatan kolektif kami dalam memperjuangkan kesetaraan dan keadilan sosial.”

Sementara itu, presiden AS Donald Trump mengutuk protes yang dilakukan kalangan sipil, selagi calon presiden dari Partai Demokrat Joe Biden telah meminta negara itu untuk bersatu secara damai untuk mendorong perubahan.

"Sekali lagi, seorang pria kulit hitam - Jacob Blake - ditembak oleh polisi. Di depan anak-anaknya. Itu membuatku muak,” kicau Biden lewat Twitter pribadinya.

"Inikah negara yang kita inginkan? Kekerasan yang tidak perlu tidak akan menyembuhkan kita. Kita perlu mengakhiri kekerasan - dan bersatu secara damai untuk menuntut keadilan."

Dalam sebuah artikel di laman resmi MLS, pihak liga meminta para penggemar untuk menyuarakan pendapat mereka.

Artikel dilanjutkan di bawah ini

"Perjuangan harus berlanjut melawan rasisme, ketidakadilan rasial, fanatisme, kebencian, dan penggunaan kekerasan oleh polisi terhadap komunitas kulit hitam," tulis artikel itu.

"Perubahan nyata perlu terjadi: Penembakan terhadap Jacob Blake dan pembunuhan selama protes di Kenosha, Wisconsin adalah insiden terbaru dan itu harus dihentikan.

"Semua orang di keluarga MLS bersatu dalam hal ini. Buat suara Anda didengar. Kami mendukung penuh pemain kami dalam perjuangan yang sedang berlangsung."

Tutup