Berita Live Scores
Sisi Lain

Curhatan Patrice Evra Soal Diskriminasi Kaum LGBT Di West Ham United

13.27 WIB 06/05/22
Patrice Evra 2021
Pemain internasional Prancis itu mengklaim bahwa dunia sepakbola belum seterbuka itu dalam menanggapi pemain gay.

Patrice Evra mengungkapkan beberapa mantan rekan satu timnya di West Ham United menolak untuk mandi bersama dengan pemain gay.

Bahkan tak hanya sampai di situ, menurut Evra pemain gay tersebut sampai-sampai dipaksa untuk meninggalkan klub.

Mantan bintang Manchester United tersebut bermain bersama The Hammers di akhir kariernya, tepatnya pada 2018.

Mantan bintang Prancis, yang hanya bermain lima kali untuk West Ham dan pensiun di musim panas tahun itu, mengenang bagaimana seorang ofisial dari FA mengunjungi The Hammers untuk membicarakan soal diskriminasi, dan beberapa mantan rekannya menanggapi dengan negatif diskusi tersebut.

"Sepertinya Anda tidak bisa menjadi pemain sepakbola gay, orang akan menjadi gila," kata Evra kepada Gabby Logan di podcast Mid Point.

"Saya memberi contoh, ketika saya bermain untuk West Ham, seseorang dari federasi Inggris datang dan berkata 'kita harus menerima semua orang' dan sejumlah pemain seperti 'tidak, jika beberapa rekan tim saya gay mereka harus pergi sekarang, saya tidak akan mandi bersama mereka'."

"Lalu saya berkata 'Diam, tutup mulut Anda, bisakah Anda mendengarnya?' Kami masih tidak menerima semua orang. Di dunia sepakbola mereka tidak cukup berpikiran terbuka dan itu memalukan."

Evra pun membuka bahwa ia memiliki rekan setim yang gay di setiap klub yang dibelanya, namun mereka takut untuk mempublikasikan hal tersebut karena takut terhadap reaksi dari orang lain, khususnya pihak klub.

Pria berusia 40 tahun tersebut menegaskan bahwa dirinya mendukung pilihan rekannya yang gay, sambil memberikan dukungan dan rasa aman selama berada di ruang ganti.

"Saya mengerti karena, bahkan saya sendiri ketika para pemain gay mendatangi saya, saya seperti, berhati-hatilah karena jika Anda mengatakannya dengan keras, Anda akan dijauhi semua pemain tetapi saya akan mendukung Anda dan karena saya memiliki kekuatan di ruang ganti, saya akan melindungi Anda, saya akan mendukung Anda," imbuhnya.

The Hammers tahun lalu dianugerahi dengan penghargaan klub Liga Primer dengan standar kesetaraan yang bagus, namun dengan pernyataan Evra tersebut, West Ham kini menjadi sorotan.

Siapa pesepakbola yang membuka ke publik bahwa dia gay?

Bintang klub A-League Australia Adelaide United, Josh Cavallo, telah membuka orientasi seksualnya kepada dunia, dengan tujuannya ingin menyerukan kesetaraan dalam sepakbola.

Cavallo sekarang menjadi satu-satunya pemain yang aktif di dunia sepakbola profesional yang berani mengungkapkan bahwa dirinya adalah seorang gay, dengan ia mendapatkan dukungan dari klubnya, Adelaide United, dan mengumumkan keputusannya itu melalui media resmi klub.

"Saya seorang pesepakbola dan saya gay," kata Cavallo dalam laman resmi klub. "Yang ingin saya lakukan hanyalah bermain sepakbola dan diperlakukan sama."

"Saya lelah berusaha menampilkan apa yang Anda ingin lihat dan menjalani kehidupan ganda ini, itu melelahkan."

"Saya pikir orang akan berpikir bahwa saya berbeda ketika mereka mengetahuinya. Mereka akan mulai memperlakukan saya secara berbeda."

"Mereka akan mulai mengatakan hal-hal buruk tentang saya atau mengolok-olok saya. Bukan itu masalahnya. Jika ada, Anda mendapatkan lebih banyak rasa hormat dari orang-orang."