Berita Pertandingan
Fitur & Opini

Sensasional Nick Pope: Siap Ditahbiskan Sebagai Kiper Terbaik Dunia Saat Ini!

17.48 WIB 25/01/23
Nick Pope Newcastle 2022-23
Sangat sedikit kiper EPL bikin clean sheet beruntun sepanjang Pope, dan pilar Newcastle itu pun jadi yang terbaik di antara liga-liga mayor Eropa.

Era baru kemewahan Newcastle United di bawah owner Arab Saudi telah membawa ambisi baru dan pengeluaran bombastis. Namun, transfer £10 juta demi mendapatkan seorang Nick Pope dari Burnley sungguh teramat receh dan mengejutkan.

Betapa banyak uang dihabiskan dalam skala besar untuk seorang pemain tapi tak pernah benar-benar bisa memberikan nilai buat sebuah klub. Kiper 30 tahun itu membuktikan lebih dari sekadar nilai, karena Newcastle kini semakin dekat dengan trofi yang didambakan sejak 1969.

Catatan sejarah akan selalu membebani Newcastle dan dukungan fanatik terus menggelembung sejak Mike Ashley melepas penuh klub ke tangan penguasa Arab Saudi. Kini, The Magpies setapak lagi mencapai final Piala Liga Inggris setelah gol Joelinton di babak kedua memberi mereka kemenangan tipis di leg pertama semi-final kontra Southampton.

Penantian begitu panjang dan menyakitkan sejak juara di Inter Cities' Fairs Cup, akan tetapi harapan tak pernah padam dan Toon Army selalu punya keyakinan bahwa mereka pada akhirnya akan larut dalam sebuah selebrasi liar.

Inti dari semua itu adalah penampilan sensasional Pope, yang kokoh dan tak mudah dirobohkan. Dia adalah fondasi dari proyek 'tata ulang' Newcastle di bawah Eddie Howe.

Di akhir laga kontra Southampton, di mana dia membuat dua penyelamatan krusial dari supersub Che Adams, berarti Pope sekarang telah membukukan 10 clean sheet beruntun di seluruh kompetisi! Menurut Opta, sejak Agustus 2012, rekor ini membuat dia jadi kiper pertama di Liga Primer Inggris yang membuat pencapaian itu.

Pope memegang rekor 16 clean sheet dalam 24 pertandingan musim 2022/23, rasio yang jauh lebih unggul dibanding siapa pun, dengan David De Gea berada di urutan kedua [12 clean sheet dari 27 laga]. Yang lebih mengejutkan, bersama Pope, Newcastle sekarang jadi pemegang rekor clean sheet tertinggi dibanding seluruh tim yang berkancah di liga-liga mayor Eropa!

Pope menghadirkan rasa percaya diri dan jaminan di lini defensif Newcastle, dan itu berdampak pada lini serang lawan, dengan Adams tak cukup akurat untuk menaklukkan sang kiper, yang merupakan peluang terbaik Southampton malam itu.

Dan untuk menambah daftar statistiknya yang memesona, Pope tidak kebobolan satu pun gol sejak kunjungan terakhir Newcastle ke St Mary's pada 6 November, yang saat itu berakhir kemenangan 4-1 bagi sang tamu.

Gelandang Newcastle Bruno Guimaraes mungkin akan disebut halu oleh sebagian fans rival saat dia mendeskripsikan Pope sebagai "kiper terbaik dunia saat ini" dalam wawancaranya selepas pertandingan. Tapi, tak diragukan, kiper veteran Inggris itu di tengah musim terbaiknya!

Pope berada di skuad timnas Inggris di Piala Dunia 2022 Qatar, di mana dia berstatus sebagai kiper pilihan ketiga di belakang Jordan Pickford dan Aaron Ramsdale. Keputusan manajer Gareth Southgate untuk bertahan dengan Pickford sebagai pilihan utama memang tak keliru, namun Pope jelas punya kualitas menjanjikan untuk ditawarkan.

Ketika Howe menjadi manajer Bournemouth, kritik padanya adalah semua usaha menyerang tim, tidak dibarengi dengan kemampuannya menopang lini pertahanan tim.

Namun, lain dulu lain sekarang. Pertahanan brilian di sekitar Pope dengan hadirnya sosok-sosok kaliber Kieran Trippier, Sven Botman dan Dan Burn memberi rasa sentosa di sektor pertahanan Newcastle.

Itu semua membentuk potensi musim impian untuk berlaga di Wembley pertama kalinya sejak final Piala FA 1999, juga kans mereka di Liga Primer setelah duduk di posisi ketiga klasemen di belakang Manchester City dan Arsenal.

Jika lini serang mereka menjadi kering dalam beberapa pekan terakhir, Newcastle masih bisa mengandalkan pertahanan, di mana mereka jadi tim dengan lini defensif terbaik di EPL: hanya kebobolan 11 gol dalam 20 pertandingan.

Pope jelas sedang terbang tinggi, dan mungkin belum mau mendarat hingga akhirnya Newcastle menyudahi dahaga trofi mereka.