Berita Pertandingan
Liga Primer

Mengapa Penjaga Gawang Memakai Sarung Tangan?

21.06 WIB 11/01/23
Lisandro Martinez De Gea
Dari melindungi tangan hingga menjaganya agar tetap hangat. Jadi, apakah sarung tangan bagi penjaga gawang adalah suatu keharusan?

Ada cukup banyak literatur tentang kapan penjaga gawang sepak bola kali pertama mulai mengenakan sarung tangan. Beberapa di antaranya merupakan fakta yang masih bisa diperdebatkan. Namun, sebuah foto yang diambil pada pertengahan 1890-an memberikan bukti yang cukup meyakinkan tentang penjaga gawang Archie Pinnell yang duduk di depan tiang gawang dengan mengenakan sepasang sarung tangan.

Saat ini, belum ada regulasi dalam sepakbola yang menyatakan bahwa penjaga gawang harus memakai sarung tangan. Namun, melihat kiper bermain dengan tangan kosong rasanya nyaris tidak terlihat di sepakbola.

IFAB (badan yang berwenang mengubah atau memperbarui peraturan pertandingan sepakbola) pada musim 2020/21 Law 4 menegaskan semua peralatan dan perlengkapan yang harus digunakan pemain dan non-pemain alias penjaga gawang. Ini termasuk pelindung tulang kering, jersey, celana pendek, kaus kaki, dan sepatu bola. Itu belum lagi detail lainnya seperti keharusan warna lapisan atas dan bawah yang serupa, bahkan seberapa banyak bahan yang dapat ditutupi oleh logo. Tapi, tidak sama sekali yang menyerempet menyoal sarung tangan.

Kiper futsal cenderung tidak memakai sarung tangan. Tangan telanjang memberi 'feeling' yang lebih baik pada bola untuk menggulirkan dan melempar dalam pendistribusiannya. Kiper futsal memblokir bola lebih dari yang mereka selamatkan atau tangkap, jadi Anda bisa berargumen bahwa sarung tangan kurang dibutuhkan.

Sementara itu, penjaga gawang dalam sepakbola menghabiskan lebih banyak momen untuk menangkap dan menahan bola atau sesekali menepis menggunakan ujung jari saat bola berada di sekitar mistar atau tiang misalnya.

Beberapa meyakini bahwa sarung tangan empuk dapat meningkatkan kemampuan tersebut. Sarung tangan memberikan cengkeraman yang lebih baik pada bola di segala cuaca dengan elemen peredam kejut dan perlindungan dari tembakan yang ganas pada era sekarang.

Sarung tangan penjaga gawang

Sarung tangan modern terkenal dapat membantu meminimalisasi cedera dan memberikan perlindungan pada tangan dan pergelangannya. Namun, tidak ada bukti statistik yang mendukung klaim ini. Sebuah artikel yang belum lama ini ditulis oleh Raj Bhatia menunjukkan bahwa cedera masih terjadi meski sebagian besar kiper mengenakan sarung tangan.

Karena kurangnya data, tidak jelas seberapa besar masalah cedera tangan di antara para pemain ini. Meski karena sifat posisinya, cedera apa pun yang mencegah penjaga gawang untuk terhubung atau mengamankan bola akan membutuhkan waktu istirahat.

Teknologi terbaru dalam sarung tangan menyediakan panel pengaman jari, yang menonjolkan lapisan plastik keras di belakang setiap jari. Sarung tangan dirancang untuk membantu mencegah keseleo dan dislokasi yang umum terjadi pada olahraga apa pun yang menggunakan bola dan dengan cepat menjadi populer.

Sayang, sarung tangan ini seolah-olah menjadi sumber patah tulang karena pelindung jari yang tidak dapat bergerak. Jari tidak punya celah untuk beralih saat bersentuhan dengan bola. Alih-alih keseleo atau dislokasi, jari tersebut bahkan rentan patah. Tapi sekali lagi, tidak ada bukti statistik yang mendukung asumsi ini dan beberapa penjaga gawang tidak masalah menggunakan sarung tangan dengan pelindung jari.

Sarung tangan kiper minimalis

Baru-baru ini, penjualan kostum sepakbola turut mencakup sarung tangan yang dianggap mempercepat dan meningkatkan perkembangan teknis penjaga gawang. Sarung tangan spesialis ini menawarkan bagian telapak tangan anti-licin dan terbuat dari material yang lebih tipis.

Desain sarung tangan meningkatkan 'feeling' kiper pada bola. Penemuan sarung tangan ini sekaligus membantah argumen utama mengapa penjaga gawang perlu memakai sarung tangan. Sifat minimalis dari sarung tangan bekerja melawan kiper, memaksa mereka untuk menggunakan ketangkasan tangan yang efisien saat menahan bola. Ini berbeda langsung dengan kebanyakan sarung tangan kiper yang memberikan perlindungan empuk dan cengkeraman bola yang lebih baik di segala cuaca.

Meski sarung tangan bukanlah perlengkapan wajib bagi penjaga gawang, Anda akan jarang melihat kiper bermain tanpa sarung tangan di era modern. Namun, biaya yang diperlukan untuk membeli sepasang sarung tangan adalah sesuatu yang mungkin tidak dihargai. Pada awal musim, semua ukuran sarung tangan biasa terjual habis yang bisa bikin frustasi. Berapa pasang sarung tangan yang dibutuhkan kiper? Jenis sarung tangan apa yang harus dimiliki mereka? Ini semua adalah pertanyaan yang relevan.

Mengapa penjaga gawang memakai sarung tangan

Meski sarung tangan tidak menggaransi kemampuan kiper, itu menjadi bagian penting dari perlengkapan mereka. Namun, jika penjaga gawang berupaya untuk meningkatkan teknik bermain, grafik permainan mereka bakal meningkat tajam.

Setelah meningkatkan kompetensi, sarung tangan akan membantu kiper untuk menunjang teknik mereka. Kiper muda mungkin memanfaatkan efek plasebo (sugesti) dari perasaan percaya diri dengan mengenakan sarung tangan dan akan bermain lebih baik karena hal tersebut. Padahal, kontak bola yang buruk sama saja dengan sarung tangan atau tangan kosong.

Pokoknya, pencegahan cedera adalah bagian penting dari olahraga khususnya sepakbola. Waktu pemulihan harus dibayar mahal untuk klub profesional dan melemahkan klub level akar rumput yang mungkin hanya memiliki satu penjaga gawang. Maka, menjadi hal yang masuk akal untuk menggunakan metode apa pun yang dapat membantu mengurangi cedera. Membalut jari kiper atau kemudian memakai sarung tangan adalah cara paling efektif untuk membantu mencegah cedera tangan. Tapi, jangan lupa bahwa melatih kontrol dan 'feeling' bola juga merupakan strategi kunci untuk memastikan sang pengawal mistar mendapatkan lebih banyak menit bermain.