Berita Live Scores
Manchester United FC

Bos Manchester United Ralf Rangnick: Cristiano Ronaldo Enggak Membangkang Kok

16.10 WIB 22/01/22
Cristiano Ronaldo Ralf Rangnick Brentford Manchester United Premier League
Banyak yang menganggap reaksi marah Ronaldo ketika diganti menunjukkan dirinya tidak lagi mematuhi Rangnick.

Manajer interim Manchester United, Ralf Rangnick mengatakan reaksi marah Cristiano Ronaldo karena diganti bukan berarti sang pemain tidak tunduk pada otoritasnya.

Ronaldo tampak kesal setelah ditarik keluar pada babak kedua saat United menang 3-1 atas Brentford di Liga Primer Inggris, Kamis (20/1) kemarin.

Rangnick mengatakan selepas laga bahwa reaksi Ronaldo itu wajar, namun berbicara pada konferensi pers, Jumat (21/1), sebenarnya ia lebih menginginkan sang superstar Portugal itu bisa mengendalikan emosinya.

"Jelas manajer mana pun berharap itu [reaksi Ronaldo] tidak terlalu emosional dan juga tidak ditunjukkan di depan kamera," kata Rangnick.

"Saya tidak berpikir bahwa ini akan menguntungkan siapa pun, bukan untuk keuntungannya, bukan untuk keuntungan rekan satu tim dan pada akhirnya ini adalah permainan yang emosional dan para pemain menjadi emosional dan saya tidak menganggapnya sebagai masalah pribadi."

Rangnick mengatakan Ronaldo juga mempertanyakan mengapa dirinya yang ditarik keluar, bukannya salah satu pemain muda yang ada di lapangan.

Pelatih asal Jerman itu mengatakan tidak masalah dengan sikap Ronaldo yang mempertanyakan keputusannya, namun menekankan tidak akan segan untuk kembali menggantinya asalkan demi kebaikan tim.

"Saya sama sekali tidak melihat atau menafsirkan bahwa ia membangkang," imbuh Rangnick.

"Ia cuma menunjukkan mungkin terlalu emosional, bahwa ia tidak senang diganti. Tapi, seperti yang saya katakan, ini bukan pertama kalinya. Saya pikir jika Anda melihat momen ketika Sir Alex [Ferguson] menggantikannya atau pelatih lain seperti [Maurizio] Sarri atau siapa pun di masa lalu reaksinya sangat mirip."

"Itu menunjukkan pada akhirnya tidak ada hubungannya dengan manajer saat itu, soal ambisi dan keinginan pribadinya untuk tetap di lapangan. Saya tidak menyalahkan dirinya untuk itu."