Berita Live Scores
Mohamed Salah

Mohamed Salah Ungkap Belenggu Jose Mourinho & Chelsea Ubah Nasibnya Di Liverpool

11.59 WIB 12/01/22
Mohamed Salah Liverpool 2021-22
Winger Mesir itu kini memang digadang-gadang sebaik pemain terbaik dunia, tetapi mengaku mentalnya sempat hancur di Stamford Bridge

Megabintang Liverpool Mohamed Salah buka-bukaan soal titik balik kariernya setelah menjadi penyintas penolakan Jose Mourinho di Chelsea.

Pria 29 tahun itu kini jamak dianggap sebagai pemain terbaik di dunia musim ini - padahal ia pernah terlihat akan bernasib sebagai pemain gagal di Liga Primer Inggris.

Salah bergabung dengan Chelsea dari FC Basel 2014 lalu, tetapi cuma mengemas 19 penampilan selama dua setengah tahun, dengan Mourinho tak memberikan menit bermain yang mumpuni bagi sang pemain.

"Kalau diingat lagi, [saya diberi] saran buruk soal situasi itu," ujar kapten Mesir itu kepada GQ.

"Secara mental, rasanya berat sekali buat saya. Saya tak bisa menghadapi tekanan dari media, dari luar. Saya tidak banyak bermain. Saya membatin, 'Tidak boleh begini, saya harus pergi'."

Salah memang hengkang dan menjalani masa peminjaman yang cukup sukses di Italia bersama Fiorentina dan AS Roma, sebelum dipermanenkan nama kedua pada 2016.

Setahun kemudian, Liverpool mendatangkannya dengan biaya £36,9 juta, ia kembali ke Inggris demi sebuah pembuktian.

"Anda punya dua pilihan: biarkan mereka berpikir mereka benar dengan mencadangkan Anda, atau buktikan mereka salah," imbuh eks-bintang Serie A itu. "Saya perlu membuktikan kalau mereka salah."

"Hal terbaik yang bisa Anda lakukan adalah mengobrol serius dengan diri Anda sendiri. Seduh kopi, duduk, dan tanyakan pada diri sendiri: maunya apa?"

"Beberapa orang tak bisa menghadapi diri mereka sendiri dengan baik. Tetapi itu bukan masalah buat saya. Jika saya kesulitan, saya akan menghadapi diri saya dan merasakan di mana saya."

Mourinho dianggap sebagai tokoh paling berdosa terkait kesulitan Salah di Chelsea sebelum ia menjadi pemain garangnya Jurgen Klopp.

Namun The Special One menolak tuduhan tersebut, dengan berkata kepada beIN Sports: "Orang-orang menganggap saya sebagai pelatih yang menjual Salah. Saya pelatih yang membeli Salah. Itu anggapan yang amat keliru."

"Saya bermain kontra Basel di Liga Champions. Salah waktu itu bocah di Basel. Ketika saya bermain melawan tim tertentu, saya menganalisis tim dan pemain mereka dalam waktu lama."

"Dan saya jatuh cinta dengan anak itu. Saya membeli anak itu."

"Saya mendesak klub untuk membelinya dan saat itu kami sudah punya penyerang fantastis — [Eden] Hazard, Willian. Tetapi saya tetap meminta mereka untuk membelinya. Ia lebih mirip winger daripada striker."

"Ia cuma seorang anak tersesat di London. Seorang anak tersesat di dunia baru."

"Kami ingin mengembangkannya, agar ia semakin bagus. Tetapi ia ingin bermain dan tak mau menunggu."

"Jadi kami memutuskan untuk meminjamkannya, ke budaya yang saya kenal baik: Italia. Sepakbola taktis, sepakbola fisik. Tempat yang bagus untuk bermain."