"Tahun Depan, Glazer Tak Akan Miliki Manchester United!" - Knighton Ingin Selamatkan MU Dari Nasib 'Tim Degradasi'

Manchester United Fans Glazer Protest
Getty Images
Seorang pebisnis tajir yang pernah coba mengakuisisi MU itu pede bisa merebut kepemilikan Glazer

Michael Knighton, yang pernah nyaris mengakuisisi Manchester United pada 1989, sesumbar bahwa keluarga Glazer tak akan menjadi pemilik The Red Devils lagi tahun depan dengan dirinya menimbang-nimbang kemungkinan mengakuisisi raksasa Liga Primer Inggris tersebut.

MU masih nol poin dalam dua laga di Liga Primer Inggris 2022/23, dengan kekalahan memalukan di tangan Brighton dan Brentford.

Meski bereaksi dengan memboyong Casemiro dari Real Madrid, keluarga Glazer tetap menjadi sasaran protes dari kalangan fans karena buruknya era kepemilikan mereka dan Knighton pun punya pendapat serupa serta ingin mengambil alih MU.

Artikel dilanjutkan di bawah ini

Akankah Glazer jual Manchester United?

Knighton nampaknya harus bersaing dengan Jim Ratcliffe, orang terkaya Inggris yang juga menyatakan dirinya tertarik mencopot Glazer dari kepempilan United jika ada kesempatan.

Tapi Knighton pede suatu saat nanti bisa mengakuisisi Setan Merah, sehingga kampiun Liga Inggris 20 kali itu bisa memulai pembangunan menuju masa depan yang lebih cerah.

Dia berkata kepada Daily Mail: "Harga Man United akan premium mengingat sejarah dan nama mereka. Tapi sang pemilik [Glazer] malah merusak brand mereka dan membebaninya dengan utang. Harga yang masuk akal adalah di bawah £4,5 miliar, yang dahulu pernah mereka tolak."

"Keluarga Glazer akan tahu bahwa mereka terus menggerus nilai aset mereka sendiri. Tahun depan, mereka tak akan memiliki Manchester United."

Manchester United seperti 'tim degradasi'

Knighton juga mewanti-wanti bahwa Manchester United harus menambah personil berkualitas di lapangan, jika tak ingin menjadi "tim degradasi".

Selain Casemiro, Setan Merah telah mendatangkan tiga wajah baru yakni Lisandro Martinez, Tyrell Malacia, serta Christian Eriksen. Namun nama-nama tersebut masih dirasa tak cukup.

Knighton menambahkan: "Ini cuma soal waktu sampai masalah timbul ke permukaan di lapangan. Dua laga pertama benar-benar mengerikan dan manajer Erik ten Hag terlihat sangat stres di Brentford, mengingat betapa berat tugasnya."

"Kecuali mereka merekrut beberapa pemain berbakat di akhir jendela transfer, mereka seperti tim degradasi."

Tutup