Berita Live Scores
Cult Hero

Dongeng Giorgos Karagounis - Penyihir Yunani Juara Euro 2004 Pujaan Publik Panathinaikos

12.28 WIB 07/04/22
Giorgos Karagounis (Greece)
2004 menjadi tahun luar biasa buat Negeri Para Dewa, dan Karagounis menjadi kunci kesuksesan mereka meraih trofi Eropa.

Siapa yang tidak ingat dengan Euro 2004?

Turnamen antarnegara Eropa itu adalah edisi yang paling tidak disangka-sangka. Portugal yang menjadi tuan rumah dan berisikan pemain-pemain bintang layaknya Luis Figo, Cristiano Ronaldo, Deco hingga Rui Costa justru gagal berpesta di rumah sendiri. Memang, mereka berhasil melaju hingga final, namun kemenangan yang seharusnya bisa mereka kunci harus lenyap di tangan tim kuda hitam Yunani.

Ya, kisah Yunani di turnamen itu layaknya sebuah dongeng, bahkan di laga pembuka mereka langsung mengalahkan tuan rumah Portugal dan finis kedua di babak grup. Pada fase gugur, mereka mengalahkan tim-tim seperti Prancis, Denmark dan Republik Ceko sebelum kembali menantang Selecao di partai penentuan.

Gol tunggal Angelos Charisteas di babak kedua menjadi satu-satunya yang tercipta di laga tersebut dan skuad asuhan Otto Rehhagel kala itu dipuja-puja bak dewa oleh masyarakat Yunani setelah membawa pulang trofi Euro.

Memang, Charisteas dan Rehhagel bakal diingat oleh masyarakat Yunani sebagai pahlawan, tetapi sosok yang satu ini tak boleh dilupakan. Dia adalah kapten Negeri Para Dewa saat itu, Giorgos Karagounis.

Kisah Karagounis sebenarnya tak mentereng-mentereng amat, tapi yang jelas, kontribusinya untuk Yunani di Euro 2004 sangat luar biasa. Ia memimpin rekan-rekannya dari lini tengah untuk membawa negaranya menjadi jawara di edisi tersebut.

Gelandang tersebut dijuluki 'Typaras' atau 'Lad', yang merujuk pada mentalitasnya yang penuh gairah di mana pun ia bermain.

Karagounis melakoni debutnya sebagai pemain profesional pada tahun 1996 ketika dipinjamkan oleh Panathinaikos ke Apollon Smyrni. Dua tahun bermain di Athena cukup bagi sang gelandang untuk mengasah kemampuan bermainnya. Ia mencatatkan 59 pertandingan dan mencetak sembilan gol.

Setelah kembali ke Panathinaikos, ia langsung menjadi pemain reguler. Gelandang energik tersebut dengan cepat menjadi kebanggaan para pendukung The Greens. Pada musim debutnya, Karagounis mencetak enam gol dalam 24 pertandingan.

Setelah lima musim bermain untuk Panathinaikos, pada 2003 Karagounis secara mengejutkan meninggalkan Athena dan bergabung dengan raksasa Italia Inter Milan.

Meski ia tak mendapatkan menit bermain reguler, dengan Karagounis lebih sering diturunkan di pertandingan Eropa dan Coppa Italia, Typaras tetap menunjukkan kegigihannya untuk bersaing di lini tengah Nerazzurri.

Setelah ia tampil luar biasa bersama Yunani di Euro 2004, manajer Inter kala itu Roberto Mancini berharap besar padanya, namun lagi-lagi ia hanya menjadi pemain spesialis Coppa Italia dan laga Eropa - sampai akhirnya ia pergi pada 2005.

Karagounis kemudian terbang ke Portugal dan bermain untuk Benfica, yang bermarkas di Estadio da Luz, stadion yang menjadi kenangan sang gelandang bersama Yunani saat mengalahkan Selecao dan menjadi juara Euro.

Dia hanya bertahan dua musim saja di Benfica dan memutuskan pulang ke Panathinaikos untuk menjalani periode keduanya.

Dan jelas, ia kedatangannya saat itu sangat menggembirakan buat para fans The Greens, apalagi Karagounis menjabat sebagai kapten tim dan membantu klub merengkuh dua gelar pada 2010, yakni meraih trofi Liga Yunani dan Piala Yunani.

Pria yang saat ini berusia 45 tahun tersebut akhirnya gantung sepatu pada 2014, setelah dua tahun mencicipi kerasnya Liga Inggris bersama Fulham.

Di level internasional, Karagounis telah menjadi langganan timnas di level junior. Ia pernah membawa Yunani U-21 mencapai final UEFA U-21 Championship namun harus kalah dari Spanyol di partai penentuan.

Dia melakoni debutnya untuk tim senior pada 1999 saat bermain melawan El Salvador, dan sejak saat itu ia telah mengemas 139 caps untuk Negeri Para Dewa, menjadikannya pemain Yunani dengan caps terbanyak di timnas. Karagounis juga tampil dalam Euro 2004, Euro 2008, Piala Dunia 2010, Euro 2012 dan Piala Dunia 2014.