Berita Pertandingan
Piala Dunia

Gianni Infantino: Tidak Ada Lagi Tim Gurem

22.26 WIB 07/12/22
20221119 Gianni Infantino
Babak 16 Besar kembali diikuti perwakilan dari lima konfederasi setelah Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan.

Presiden FIFA Gianni Infantino menilai fase grup Piala Dunia 2022 merupakan yang terbaik sepanjang sejarah dengan menghadirkan sejumlah rekor dan hasil mengejutkan.

Infantino menyoroti lolosnya sejumlah tim ke 16 Besar. Untuk pertama kalinya setelah penyelenggaraan Piala Dunia 2010, babak 16 Besar diikuti perwakilan tim dari lima konfederasi, yakni Asia, Afrika, Eropa, Amerika Latin, dan Amerika Tengah.

Pada penyelenggaraan empat tahun lalu di Rusia, tidak ada wakil Afrika yang melaju ke 16 Besar. Sedangkan di edisi 2014, tak ada satu pun tim asal Asia yang lolos ke fase knock-out.

Sedangkan di pagelaran tahun ini, Asia diwakili Jepang, Korea Selatan, dan Australia. Sementara di kubu Afrika ada Senegal dan Maroko. Secara keseluruhan, enam benua di dunia memiliki perwakilan di fase gugur. Meski masuk ke konfederasi sepakbola Asia (AFC), Australia berada di benua Oseania.

Infantino melihat torehan ini sebagai makin ketatnya persaingan, sehingga bisa memberikan dampak positif bagi penyelenggaraan Piala Dunia di masa mendatang.

“Tidak ada lagi tim kecil dan tim besar. Levelnya sangat, sangat setara. Untuk pertama kalinya pula, tim nasional dari semua benua lolos ke fase knock-out, pertama kali dalam sejarah. Ini menunjukkan sepakbola benar-benar menjadi global,” tutur Infantino dilansir laman resmi FIFA.

“Saya sudah melihat semua pertandingan. Ini adalah babak penyisihan grup Piala Dunia terbaik yang pernah ada. Jadi, sangat menjanjikan untuk Piala Dunia ke depannya.”

“Pertandingannya hebat, kualitas bagus di stadion yang indah, dan kita semua sudah tahu itu. Namun, juga, publik yang ada di sana luar biasa. Rata-rata lebih dari 51 ribu.”

Selain torehan di lapangan, Infantino juga menyebut jumlah penonton yang menyaksikan pertandingan melalui televisi mengalami peningkatan.

“Ada pemecehan rekor penonton televisi. Hingga saat ini tercatat ada lebih dari dua miliar penonton, sebuah angka yang luar bisa. 2,5 juta orang di Doha melakuan nonton bareng di jalan, ratusan ribu lainnya di stadion setiap hari,” kata Infantino.

“Mereka bersama-sama bersorak, mendukung tim masing-masing, suasana yang fantastis, gol-gol hebat, kegembiraan dan kejutan yang luar biasa.”