Berita Live Scores
Persija

Dianggap Legenda, Ismed Sofyan Ogah Dikasihani Persija Jakarta

12.53 WIB 10/01/22
Ismed Sofyan-Persija Jakarta
Persija tetap memasukkan nama Ismed pada seri keempat Liga 1 meski kondisinya belum pulih dari cedera.

Persija Jakarta tetatp memasukkan Ismed Sofyan dalam daftar pemain untuk seri keempat Liga 1 2021/22. Padahal, kondisinya belum pulih sepenuhnya dari cedera.

Ismed mengalami cedera meniskus pada awal Juni tahun lalu saat berlatih dengan skuad Persija. Ia pun terpaksa naik meja operasi untuk menyembuhkan cederanya tersebut.

Perlahan-lahan cedera yang diderita Ismed mulai membaik. Bek berusia 42 tahun tersebut terus berusaha keras agar pada musim ini bisa memperkuat Persija.

"Tetapi saya harus memastikan dulu kondisi cedera saya sembuh 100 persen. Yang kedua fisik juga harus 100 persen. Jadi sekarang saya beserta dokter sedang berusaha untuk mengembalikan kondisi tersebut,” kata Ismed disitat laman resmi klub.

“Kalau pemulihan cedera mungkin sudah di level 80 persen dalam interval 1-100. Artinya 20 persen lagi untuk sampai di level 100. Tapi, yang menjadi masalah sekarang kan kondisi fisik juga. Ini yang sekarang kami [bersama tim medis Persija] kejar,” Ismed menambahkan.

Selain itu Ismed menyatakan tidak mau diberi belas kasih karena menyandang status legenda. Ia merupakan satu di antara pemain yang paling setia memperkuat Persija.

Hampir sebagian besar kariernya sepakbola Ismed dihabiskan untuk membela Persija. Ia direkrut Macan Kemayoran pada 2002 dan bertahan sampai sekarang.

Segala suka dan duka pernah dirasakan Ismed bersama Persija. Ia juga sudah mempersembahkan sejumlah gelar untuk klub asal ibu kota tersebut seperti Piala Presiden 2018, Liga 1 2018 hingga yang terbaru Piala Menpora 2021.

“Secara usia memang saya bukan di usia yang layak sebagai pemain profesional. Tapi saya tak memandang seperti itu. Saya memacu diri saya sendiri seperti ini: saya berada di Persija bukan karena faktor nonteknis. Artinya jangan mentang-mentang manajemen menganggap saya legenda karena lama mengabdi di Persija. Saya tak mau seperti itu."

“Saya memotivasi diri selama masih di Persija jangan sampai manajemen punya prinsip mengontrak saya karena faktor x, seperti kasian atau lainnya. Saya tidak mau. Kalau memang kontribusi saya masih dibutuhkan saya siap di Persija. Tapi, kalau saya sudah tidak bisa berkontribusi lagi, saya akan mundur sendiri.”