Berita Live Scores
Thailand

'Merantau Kunci Sukses' - Mentalitas Chanathip Songkrasin Bisa Jadi Contoh Pemain Indonesia

14.18 WIB 12/01/22
CHANATHIP-sapporo-20220111
Sang "Messi Thailand" merasa semakin berkembang setelah merantau ke Jepang dan terbukti sukses membantu Thailand juara.

Chanathip Songkrasin bisa dikatakan sebagai pemain terbaik di Asia Tenggara saat ini, terbukti dengan prestasinya membawa Thailand juara Piala AFF 2020 kemarin.

Selain juara, gelandang berusia 28 tahun itu juga terpilih sebagai pemain terbaik turnamen, untuk yang ketiga kalinya setelah memenangkan trofi yang sama bersama negaranya pada edisi 2014 dan 2016 lalu.

Kegemilangannya bersama tim nasional Thailand tak lepas dari kariernya yang semakin menanjak di level klub, di mana ia telah memutuskan berani untuk mengambil tantangan merantau sejak 2017 lalu.

Sejak didatangkan Hokkaido Consadole Sapporo dari klub Thailand, Muangthong United lima tahun lalu, Chanathip mengalami perkembangan kualitas yang signifikan selama berkiprah di Jepang.

Bahkan musim 2022 ini, klub juara kasta tertinggi J.League Jepang atau J1, Kawasaki Frontale sampai kepincut mendatangkannya. Kabarnya, Chanathip ditebus dengan banderol 500 juta yen atau sekitar Rp62 miliar.

Mentalitasnya yang berani meninggalkan zona nyaman di Thailand demi mengejar ambisi karier yang lebih tinggi bisa menjadi teladan bagi para pesepakbola Indonesia yang ingin menapaki level lebih tinggi.

Seperti yang diungkapkan Chanathip dikutip Bongdaplus jelang kepindahannya ke Kawasaki: "Lingkungan sepakbola Jepang telah banyak membantu saya berkembang."

"Tahun-tahun bermain sepakbola di J.League membantu saya berkembang. Bermain dan berlatih dengan rekan-rekan tim atau lawan yang berkualitas penting untuk perkembangan pemain profesional mana pun."

Tidak muda memang bagi pemain mana pun untuk beradaptasi dengan kultur sepakbola sekaligus negara baru, dalam hal ini misalnya Indonesia dan Jepang. Tapi Chanathip punya resep yang bisa ditiru oleh para pemain Indonesia yang bermimpi ke luar negeri.

"Menurut saya, perbedaan bahasa dan budaya jelas merupakan hambatan besar," terang Chanathip.

"Untuk dapat berintegrasi dengan baik di lingkungan asing, para pemain harus mempersiapkan bahasa asing [negara yang akan dituju] dengan baik, kemudian mencoba beradaptasi dengan cepat."

"Saya pikir berlatih keras akan menjadi faktor berikutnya yang akan menjadi penentu sukses atau tidaknya ketika seorang pemain memutuskan merantau ke luar negeri untuk bermain sepakbola."