Berita Live Scores
Barito Putera

Barito Putera Resmi Depak Djadjang Nurdjaman

00.18 WIB 15/12/21
Djadjang Nurdjaman - Persebaya
Djanur menyampaikan permintaan maaf, karena belum berhasil membawa Barito Putera ke posisi lebih baik.

Keberhasilan Barito Putera mengalahkan Persita Tangerang 1-0 dalam pertandingan terakhir putaran pertama Liga 1 2021/22 ternyata tidak mampu menyelamatkan posisi Djadjang Nurdjaman sebagai arsitek Laskar Antasari.

Sebelum menundukkan Persita, Minggu (12/12), Barito Putera menelan empat kekalahan beruntun. Secara keseluruhan, Barito Putera mendapatkan empat kemenangan, tiga imbang, dan sepuluh kekalahan di 17 pertandingan putaran pertama.

Akibatnya, Barito Putera harus berjuang menghindari ancaman degradasi. Manajemen menilai perubahan mesti dilakukan bila mereka ingin tetap berkompetisi di Liga 1 musim depan. Salah satu perubahan itu adalah merombak pelatih dengan mendepak Djadjang.

“Minggu malam, 13 Desember 2021 menjadi akhir kerja sama PS Barito Putera dan Coach Djadjang Nurdjaman,” demikian pernyataan manajemen melalui laman resmi klub.

“Tak mudah memang menerjemahkan setiap kejadian menjadi sebuah kebaikan. Semoga kita semua bisa mengambil hikmah atas semua perjalanan selama ini. Terima kasih Coach Djanur (sapaan Djadjang) atas cinta dan dedikasinya selama kurang lebih dua tahun perjalanan.”

Sementara Djanur menyampaikan permintaan maaf kepada manajemen dan fans, karena tidak berhasil membuat Barito Putera mendulang hasil bagus di putaran pertama. Djanur berharap Barito Putera mendapat posisi lebih baik ketika musim 2021/22 berakhir.

“Kepada para pemain, semuanya, saya mohon pamit. Terhitung hari ini (Selasa) saya sudah mengakhiri kerja sama dengan Barito Putera,” kata Djanur melalui akun Instagram resmi klub.

“Kepada para pemain semua, saya mohon maaf, saya tidak bisa membawa kalian berprestasi. Sekali lagi saya mohon maaf bila ada kesalahan baik kata maupun perbuatan selama kita bersama-sama. Saya berdoa semoga kalian semua dapat lebih baik lagi.”

Didepak pada pertengahan musim bukan pengalaman baru bagi Djanur. Pada musim 2019, seteah sukses membawa Persebaya Surabaya menjadi runner-up Piala Presiden, Djanur gagal mengangkat prestasi Bajul Ijo di Liga 1.

Djanur dipaksa angkat kaki dari kursi pelatih Persebaya setelah ditahan imbang Madura United pada pekan ke-13 di kandang. Hasil itu membuat Persebaya melalui tujuh laga beruntun dengan satu kemenangan, empat imbang, dan dua kekalahan.