Dari 'Jajah' Barcelona Hingga Rekor Tak Terkalahkan, Inilah Perjalanan Eintracht Frankfurt Juara Liga Europa 2021/22

eintracht-frankfurt-europa-league-18052022
getty
42 tahun penantian Die Adler akhirnya terbayarkan! Mereka sukses meraih gelar UEL untuk kedua kalinya dalam sejarah klub.

Kompetisi Liga Europa 2021/22 telah berakhir, dan Eintracht Frankfurt resmi dinobatkan menjadi juara setelah mengalahkan Rangers lewat drama adu penalti di partai puncak yang digelar di Estadio Ramon Sanchez Pizjuan, Kamis (19/5) dini hari WIB.

Meski banyak yang meremehkan Frankfurt di awal musim ini, Die Adler mampu membungkam para pengkritik mereka dengan gelar juara.

Ini merupakan trofi kedua mereka di Liga Europa, dengan terakhir kali mereka menjadi juara pada 42 tahun yang lalu. Die Adler juga mencatatkan rekor menarik yakni tak terkalahkan di sepanjang kompetisi dengan delapan kemenangan dan lima hasil imbang.

Perjalanan tim asuhan Oliver Glasner untuk mencapai kesuksesan di kompetisi itu sangat berat, bahkan mereka harus menghadapi tim-tim besar selama fase gugur.

Namun berkat kegigihan para pemainnya, serta dukungan dari suporter Frankfurt yang terkenal senang 'menjajah' stadion lawan mereka, Die Adler akhirnya mampu merajai kasta kedua kompetisi antarklub Eropa tersebut.

Selain itu, berkat tangan dingin Glasner - yang mengantarkan Wolfsburg finis empat besar di Bundesliga musim lalu - mampu meracik strategi dan memaksimalkan kemampuan anak asuhnya.

Kevin Trapp, Filip Kostic, Daichi Kamada, Djibril Sow hingga Sebastian Rode mampu menjalankan tugas mereka masing-masing dengan sangat baik dan bekerja sama untuk meraih kesuksesan di Liga Europa.

Dan jika boleh mundur, mari kita simak bagaimana perjalanan Frankfurt bisa mencapai juara Liga Europa 2021/22.

Fase Grup

Sam Lammers Eintracht Frankfurt Fenerbahce

Frankfurt memastikan tiket ke Liga Europa setelah finis di urutan kelima Bundesliga musim lalu, dan Die Adler langsung bermain di fase grup tanpa harus melalui play-off.

Di fase grup, pasukan Glasner tergabung di Grup D bersama dengan Olympiacos, Fenerbahce dan Antwerp. Dalam total enam pertandingan di fase grup, mereka berhasil menjadi juara grup setelah meraih tiga kemenangan dan tiga hasil imbang.

Laga pertama mereka di Liga Europa ternyata tidak mudah, dengan Kevin Trapp cs hanya bermain imbang 1-1 melawan Fenerbahce.

Kemudian pada tiga matchday berikutnya, Frankfurt berhasil meraih kemenangan yang langsung membuat mereka memuncaki klasemen Grup D. Pada dua laga terakhir, Frankfurt tak bisa meraih hasil maksimal setelah bermain imbang melawan Antwerp dan Fenerbahce.

Mereka akhirnya lolos ke fase gugur dengan status juara grup dan tidak perlu melakoni play-off babak 16 besar.

Fase gugur

Fekir Betis Eintracht Europa League 09032022

Lolos ke fase gugur tentu saja membuat semangat mereka semakin membara, apalagi bagi para penggemar mereka yang telah lama menantikan trofi Liga Europa kedua mereka.

Di babak 16 besar, Frankfurt mendapat undian untuk bertarung dengan Real Betis. Pada leg pertama, Die Adler tampil menjanjikan dan meraih kemenangan tipis 2-1.

Bermodalkan keunggulan satu gol, Frankfurt justru tertekan di leg kedua. Skor 0-0 bertahan hingga menit ke-89, dan mimpi buruk Die Adler terjadi di menit ke-90 setelah Borja Iglesias mencetak gol untuk memaksa pertandingan berlanjut hingga babak perpanjangan.

Setelah hampir 30 menit babak perpanjangan berlangsung, laga tampaknya kan dilanjutkan ke adu penalti, tetapi beruntung buat Frankfurt. Gelandang betis Guido Rodriguez mencetak gol bunuh diri dan membuat Frankfurt lolos dengan agregat 3-2.

Dengan fase gugur Liga Europa juga diikuti oleh tim peringkat tiga di babak grup Liga Champions, ancaman jelas semakin bertambah. Dan di perempat-final, Frankfurt bertemu dengan raksasa Spanyol Barcelona - yang hanya mampu finis di urutan ketiga Grup E di belakang Bayern Munich dan Benfica.

Barcelona Eintracht Frankfurt 2022

Jika melihat dari kualitas dan komposisi pemain, Blaugrana jelas lebih diunggulkan. Tetapi, di leg pertama Daichi Kamada cs berhasil menahan imbang Barca dengan sepuluh pemain sejak menit ke-78.

Dan di leg kedua, kejutan pun terjadi. Dukungan fans yang sangat luar biasa membuat Camp Nou berwarna putih. Semangat para pemain Frankfurt pun meningkat dan mengakhiri pertandingan dengan kemenangan 3-2 (agregat 4-3).

Kejadian 'menginvasi' stadion tim lawan ini juga terjadi di semi-final, di mana mereka berhadapan dengan wakil Inggris West Ham United.

Leg pertama yang digelar di London Stadium juga dipenuhi oleh penggemar Frankfurt, yang bersorak kegirangan saat timnya meraih kemenangan 2-1.

Keunggulan Frankfurt di leg pertama berhasil mereka pertahankan, bahkan Borre Maury mampu mencetak gol tunggal di laga itu untuk semakin memantapkan langkah Die Adler di final dengan kemenangan agregat 3-1 atas The Hammers.

Artikel dilanjutkan di bawah ini

Di partai puncak, yang digelar di Estadio Ramon Sanchez Pizjuan, dua finalis, yakni Frankfurt dan Rangers, adalah tim-tim yang tidak disangka-sangka bisa mencapai final.

Pertandingan pun berlangsung dengan cukup alot, jual beli serangan terjadi di sepanjang pertandingan. Namun selama 90 menit, duel itu belum menemukan pemenangnya setelah kedua tim bermain imbang 1-1, bahkan hingga babak perpanjangan.

Perebutan gelar juara pun harus ditentukan lewat drama adu penalti. Pertarungan titik putih itu juga berlangsung cukup sengit, dan berkat ketangkasan Trapp yang mampu menepis tendangan penalti Aaron Ramsey, Die Adler pun berpesta di Seville dan membawa pulang trofi Liga Europa ke Deutsche Bank Park.

Tutup