Berita Live Scores
Milan

Veteran AC Milan Zlatan Ibrahimovic Sebut 'Orang-Orang Juventus' Yang Berjasa Dalam Kariernya

13.05 WIB 13/12/21
Ibrahimovic Udinese Milan
Zlatan Ibrahimovic membeberkan sosok-sosok legendaris di Juventus yang telah berjasa besar dalam membentuk karier panjang nan hebat dirinya.

Veteran AC Milan Zlatan Ibrahimovic mengakui, orang-orang di Juventus telah berjasa besar dalam karier sepakbolanya hingga dia bisa mencapai level seperti sekarang.

Salah satu yang mempengaruhi karier legenda Swedia itu adalah pelatih flamboyan Italia, Fabio Capello.

Selain itu, mantan bomber Inter Milan, Paris Saint-Germain dan Manchester United itu juga mengungkapkan beberapa nama eks pemain yang telah membantunya jadi salah satu pesepakbola terbaik Eropa.

"Dia [Capello] membuat saya mengerti bagaimana bekerja dengan para jawara," tutur Ibrahimovic dalam presentasi bukunya di Milan.

"Dia tidak gila hormat, dia menekankan itu. Ketika saya mendarat di Juventus, ada [Christian] Vieri, [Pavel] Nedved, [Fabio] Cannavaro. Saya bukan siapa-siapa, namun saya ingin menjadi yang terbaik," bebernya.

"Saya biasa berlatih menghadapi Cannavaro dan [Lilian] Thuram setiap hari, ketika saya melakukan dribel di hadapan mereka, saya harus mencetak gol menghadapi [Gianluigi] Buffon," jelasnya.

"Itu adalah sesi latihan yang paling luar biasa, membuat saya menjadi seperti sekarang ini," ulasnya.

Perihal kemampuan fisiknya yang masih terbilang prima seiring dirinya yang telah menginjak kepala empat tetapi masih aktif bermain, Ibrahimovic menambahkan: "Setiap hari adalah final."

"Cukup sulit ketika saya tiba di Milan [di periode kedua], namun kami menciptakan sebuah grup. Kami menciptakan atmosfer yang lebih bergairah. Lalu datang pandemi," katanya lagi.

"Namun, staf di sini sungguh luar biasa. Saya telah bekerja dengan tim-tim lain dalam karier saya, namun ini benar-benar luar biasa. Grup ini punya target yang sama. Sayangnya, kami kemarin gagal menang, saya harusnya bisa mencetak dua gol," imbuh Ibrahimovic, menyayangkan kegagalan Milan mengalahkan Udinese.

"Sekarang, saya bangun dengan rasa sakit setiap hari. Namun, saya punya adrenalin dan saya akan terus maju. Tahun ini, adrenalinnya adalah memenangkan Scudetto. Kemarin saya mencetak gol, tapi kami tidak berhasil menang dan itu sakit," pungkasnya.